Minggu, 21 April 2024

ENAM KRITERIA MANUSIA

 ENAM KRITERIA MANUSIA

Perwatakan manusia dari Nabi Adam sampai sekarang masih sama, ada orang yang baik, ada kadang baik ada yang jelek. hal ini sudah di gambarkan oleh anak anak nabi Adam as. Al Gazali dalam ihya nya menjelaskan bahwa manusia itu ada 4 golongan, yaitu: 


قَالَ الْخَلِيْلُ بن أَحْمَدُ : الرِّجَالُ أَرْبَعَةٌ، رَجُلٌ يَدْرِيْ وَيَدْرِيْ أَنَّهُ يَدْرِيْ فَذٰلِكَ عَالِمٌ فَاتَّبِعُوْهُ، وَرَجُلٌ يَدْرِيْ وَلاَ يَدْرِيْ أَنَّهُ يَدْرِيْ فَذٰلِكَ نَائِمٌ فَأَيْقِظُوْهُ، وَرَجُلٌ لَا يَدْرِيْ وَيَدْرِيْ أَنَّهُ لَا يَدْرِيْ فَذٰلِكَ مُسْتَرْشِدٌ فَأَرْشِدُوْهُ، وَرَجُلٌ لَا يَدْرِيْ أَنَّهُ لَا يَدْرِيْ فَذٰلِكَ جَاهِلٌ فَارْفِضُوْهُ. (إحياء علوم الدين، ج: 1، ص: 80)

Dalil di atas menjelaskan tentang kriteria manusia, adapun penjelasannya sebagai berikut:
Pertama, orang yang mengerti (mempunyai ilmu dan pengetahuan serta kecerdasan emosional) dan ia pun mengerti bahwa dia adalah orang yang mengerti.
Orang yang mempunyai kriteria seperti ini merupakan orang yang alim, cerdik, atau pandai. Orang seperti ini layak sekali untuk dijadikan panutan agar mendapatkan kesuksesan hidup dunia dan akhirat.
Kedua, orang yang mengerti (orang yang alim) tapi dia tidak mengerti bahwa pribadinya adalah orang mengerti (orang alim).
Orang yang mempunyai kriteria seperti ini diibaratkan seperti orang yang tidur, ia perlu dibangunkan dan disadarkan.
Ketiga, orang yang yang belum mengerti (tidak atau belum alim) tapi dia mengerti bahwa dirinya adalah orang yang belum mengerti (belum punya ilmu dan pengetahuan).
Orang yang mempunyai kriteria seperti ini adalah orang yang selalu mencari petunjuk baik maka bimbinglah  dia dengan bimbingan yang baik agar ia jadi orang baik.
Keempat, orang yang belum mengerti tapi ia tidak mengerti bahwa dirinya adalah orang yang tidak mengerti.
Orang yang mempunyai kriteria seperti ini adalah orang bodoh dan dungu maka wajib untuk dijauhi, wajib memisahkan diri darinya karena bahaya yang di timbulkan darinya sangat besar bagi masyarakat dan umat manusia.
Kunjungi: Pembersih Kerak
kunjungi juga: Religius harmoni
namun dalam konteks keIndonesian yang faktual fenomenal saat ini, 4 kriteria tersebut belum cukup. KH. Hasan Abdullah Sahal menambahkan lagi 2 kriteria yaitu :
    وَرَجُلٌ لَا يَدْرِيْ أَنَّهُ لَا يَدْرِيْ و يعلم من يدري و رَجُلٌ يَدْرِيْ وَيَدْرِيْ أَنَّهُ يَدْرِيْ ولكن يتبع من لا يدري 

Sabtu, 20 April 2024

MENGULIK MAKNA KEIKHLASAN


Mengulik Makna Keikhlasan



Berdiskusi masalah keikhlasan, barangkali mudah diucapkan, mudah didefinisikan, namun tidak mudah dilaksanakan. ada orang mengaku bahwa adirinya telah ikhlas melaksanakan kewajiban tertentu, apakah yang demikian ini di mata Allah swt juga dinyatakan sebagai amal yang ikhlas, jangan jangan justru riya' dan akhirnya nilai pahalanya lenyap. di sisi lain, untuk pembelajaran, keteladanan saja tiduk cukup, ada tipe orang yang harus di "omongi", diintruksi, diajari bagaimana berbuat dengan ikhlas. untuk tipe orang yang ini memang harus ditunjukkan dengan detail bagaimana ikhlas itu sebenarnya. sehingga kadang sebagai "guru" otomatis harus menjelaskan dengan sejelas jelasnya. bagi guru, kekhawatiran untuk berbuat riya' memang aselalu ada. namun sebenarnya terpulang kepada hati masing masing. sebab ikhlas itu amalan kalbu yang sulit ditentukan parameternya.

baca juga: Profil Pendidik Bermartabat

Baca juga: Religius Harmoni dalam Sistem Pendidikan Tinggi Pesantren

Ikhlas itu maknanya murni, jernih, tidak ada campuran, tidak palsu. Orientasi seseorang melakukan kegiatan apa saja itu orientasinya sangat beragam. misalnya, ada orang memberi sumbangan kepada lembaga tertentu dengan jumlah nominal yang fantastis, tentu ada pihak yang bertanya, mengapa menyumbang di lembaga itu? mengapa menyumbang sejumlah itu? untuk apa? mereka hanya menduga, mungkin sebagai sodaqah, zakat, nadzar, atau punya interes-interes tertentu. ingat, pihak lain hanya menduga duga, tidak bisa memastikan. yang tahu jawabannya hanya penyumbang itu sendiri. itu urusan dia dengan sang Khalik Allah swt. 

wallahu a'lam bishshawab

Kamis, 15 Desember 2022

ZIKRULLAH: KONSEP APLIKASI DAN KEUTAMAANNYA



Zikrullah, konsep, aplikasi dan keutamaannya-Zikir adalah kalimat sehari hari yang diucapkan di kalangan umat Islam. zikir juga merupakan bagian dari ibadah. tahukan kamu apa sebenarnya makna zikir? bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari? dan apa keutamaan zikir bagi umat Islam?

Artikel ini berusaha untuk menjelaskan agar umat tahu maknanya dan tahu cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari.

KONSEP ZIKRULLAH 

Zikrullah berasal dari perpaduan dua kosa kata Arab, yaitu zikr yang artinya ingat, mengingat dan Allah artinya Tuhan Allah. jadi zikrullah adalah mengingat Allah. Zikrullah sekilas sederhana sekali, karena pekerjaan mengingat sesuatu yang belum lama dekerjakan itu sangat mudah. namun hakikat mengingat Allah disini adalah mencurahkan daya pikirnya untuk mengingat KEBESARAN Allah sebagai TUHAN yang mempunyai sifat RUBUBIYYAH, ULUHIYYAH, Asma' dan Sifat. 

Rububiyatullah adalah segala sifat KEMAHABESARANNYA, seperti al Khaliq, Ar- Razzaq, al Mudabbir, al Qawi, Al Aziz, al Wahhab dan seterusnya. disini mengingat Allah berarti mengingat keBesarannya yang tiada tandingnya. Hanya Allah yang Maha Segala galanya.

Sementara itu  Uluhiyyatullah. berarti mengingat dengan sadar dan meyakini bahwa yang berhak untuk disembah hanya Allah semata. tidak ada zat lain yang berhak untuk disembah. 

Banyak orang yang keliru dalam bertauhid, meyakini kehebatan Allah tapi masih takut dengan manusia, baik karena faktor jabatan atau faktor ekonomi. bertauhid tapi masih mendua. bertauhid tapi takut ini takut itu... mestinya dalam bertauhid harus pasrah total kepada Allah. tentunya dengan usaha manusia terlebih dahulu. 

Zikrullah itu boleh kapan saja dan dimana saja. sebagaimana orang bertaqwa itu dimana saja. Rasulullah saw. bersabda : 

ٍاِتَّقِ اللهَ حَيثُمَا كُنْتَ وَاتْبِعِ السَّيئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَ خَالِقِ النَّاَس بِخُلُقٍ حَسَن

 "Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik."

(HR. At- Tirmidzi dengan derajat Hasan)

BAGAIMANA MENGAPLIKASIKANNYA

Zikir yang utama adalah mengucapkan dan mentadabburi kalimat tauhid yaitu Lailaha illallah, kemudian subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar, la haula wa quwwata illa billah dan lain sebagainya

Anda dapat mengucapkan kapan saja dan dimana saja. itu sudah termasuk zikir kepada Allah. bershalawat kepada rasulullah dan berdoa meminta kepada Allah juga termasuk zikir. dan bentuk zikir yang paling sempurna adalah shalat. di dalam shalat ada kalimah thayyibah, ada lafadz doa. ada shalawat dan hai'ah gerakan yang menunjukkan ketundukan kepada Allah swt.

Allah berfirman dalam Q.S Thaha : 14 : 

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

"Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku"


APA KEUTAMAANNYA

Keutamaan zikir itu banyak sekali, secara logis zikir tentu dapat meningkatkan ketaatan kepada Allah dan menguaatkan keimanan. karena orang yang selalu mengingat Allah ia dapat menjaga dirinya dari sifat sifat tercela dan sombong.

zikir yang berupa ucapan istighfar, disamping dosanya diampuni oleh Allah rezekinya juga akan ditambah. mengucapkan Lailaha illahllah juga dapat terhindar dari api neraka. zikir yang dilakukan dengan shalat baik shalat fardhu maupun shalat sunnah dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. sebagaimana firman Allah swt. dalam Q.S Al Ankabut ayat :45       ا ُتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِم

 الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), yaitu Al Kitab (al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

yang tidak kalah penting adalah bahwa orang orang yang berzikir hatinya tenang jauh dari kegalauan duniawi. َQ.S Ar Ra'ad 28 :

الذِّيْنَ امَنُوْا وَ تَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ اَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ القُلُوب

 orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

dengan demikian orang yang berzikir adalah orang orang yang berkemajuan, bukan hanya asebatas di dunia cita cita sampai di akhirat ingin mendapatkan tempat yang mulia disisiNya.

wallahu a'lam bishawab.

Rabu, 14 Desember 2022

MEMPERBAHARUI TAUHID SECARA GRADUALLY



Tahukah kalian bahwa iman seseorang itu tidak labil alias tidak stabil? kadang imannya kuat kadang imannya lemah, bahkan ada beberapa kasus seorang mukmin tidak kuat mendapat ujian kemudian murtad (keluar dari Islam). naudzubillah min dzalik !!

Iman itu harus diperjuangkan agar tetap stabil, dalam bahasa agamanya istiqamah. maka dalam kehidupan sehari hari perlu rasanya untuk memperbaharui kualitas ketauhidan kita, salah satunya adalah dengan memperbanyak amal kebajikan.

Ada baiknya kita mencoba untuk mengkaji al Qur'an Surat Al Baqarah ayat 21 :

يا أيها الناس اعبدوا ربكم الذي خلقكم والذين من قبلكم لعلكم تتقون

artinya :" Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang orang sebelummu agar engkau sekalian bertaqwa".

Kandungan Ayat

1.Seruan bersifat umum
dalam kata ya ayyuha-nas, yang artinya wahai manusia. lam ta'rif di situ menunjukkan keumumannya, yang berarti semua manusia terpanggil atau dipanggil. siapa saja? ya semua manusia dari berbagaia belahan dunia, dari berbagai suku dan bangsa, dari laki-laki maupun perempuan, yang di laut maupun yang didaratan.
2, Kata ibadah disini maknanya ibadah secara umum
kata ibadah dalam ayat ini juga bersiat umum, yang berarti mencakup semua jenis ibadah. dalam hukum Islam, ibadah itu di kategorikan menjadi dua, yaitu : ibadah mahdho dan ghairu mahdho. atau ibadah yang masuk akal dan ibadah yang tidak masuk akal seperti wudhu yang membatalkan adalah kentut namun yang dibasuh adalah wajah, tangan dan kaki.
dengan demikian seruan untuk beribadah mencakup semua ibadah. ibadah itu dimulai dari keyakinan yang biasa disebut sebagai Iman, dan pokok keimanan itu ada enam; iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab, iman kepada rasul, iman kepada hari kiamat dan iman kepada taqdirnya.
dari keimanan itulah akan terekspresikan ke dalam ritual ibadah. 
3. Konsep Tauhid
Tauhid adalah upaya untuk mengesakan Allah dalam hal Ketuhanan dan peribadatan. artinya orang yang bertauhid tidak mendua dalam berkeyakinan terhadap rububiyatullah. bahwa Allah lah yang menciptakan alam dan isinya. dan Allah lah yang mengatur alam ini sehingga semua yang ada di alam ini berjalan dengan baik, semua ada dalam genggamanNya.
sedanagkan tauhid peribadatan atau tauhid uluhiyah merupakan pengejahwantahan dari tauhid rububiyah. yaitu tunduk beribadah sesuai dengan ajarannya yang dijelaskan dalan al Qur'an maupun yang diteranagkan oleh NabiNya yaitu Muhammaad saw.
dlam beribadah, tidak boleh membuat aturan sendiri. shalat umpamanya, sudah dijelaskan oleh rasulullah tata caranya. ada takbir, berdiri, rukuk, sujud, duduk tawarruk dan seterusnya.

4. Ketaqwaan
konsep takwa sangat sederhana yaitu menjalankan printah Allah dan menjauhi semua laranganNya, kata taqwa berasal dari waqa yaqi wiqayatan yang artinya menjaga. secara sederhana berarti menjaga apa yang diperintah dan apa yang dilarangnya. orang yang terjaga adalah orang yang sadar.
beberapa ibadah yang disyariaatkan oleh Allah adalah dalam rangka untuk menjadi manusia bertaqwa. seperti perintah puasa juga dimaksudkan agar menjadi orang yang bertaqwa.

Bagaimana Memperbaharui Tauhid

agar tauhid dan iman kita stabil ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu hendaklah kita selalu menjaga Allah dengan menjalankan syariatNya. jika terlanjur berbuat kekhilafan hendaklah segera bertaubat. tetap jaga kualitas iman sehari haari dengan memperbanyak instropeksi. sering bergaul dengan orang sholeh dan mempelajari ilmu agama secara aberkesinambungan.
demikian semoga bermanfaat.


MENJAGA AMANAH SEBAGAI KUNCI KESUKSESAN



Amanah adalah salah satu sifat yang dimiliki oleh para Rasul.  kata amanah itu sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia dan cukup familiar di telinga sebagian besar masyarakat. Dalam kehidupan sehari hari, Kata amanah sangat sering diucapkan dalam kehidupan organisasi dan pekerjaan. Namun, apa sebenarnya pengertian amanah? Mengapa kata amanah akrab diasosiasikan dengan keorganisasian dan kepemimpinan?

Pengertian Amanah 

Kata amanah berasal dari bahasa Arab amuna - ya'munu - amanatan, artinya bisa dipercaya. sedangkan orang yang bisa dipercaya dinamakan al-amien. kata amuna juga sepadan dengan amana yang artinya aman, artinya sesuatu yang dapat dipercaya itu akan menjadi aman. 

KBBI pun merilis terjemahan resmi makna kata amanah dalam bahasa Indonesia. Amanah adalah sesuatu yang dititipkan atau dipercayakan kepada orang lain. yang lebih gampang difahami barangkali adalah tanggungjawab. maksudnya adalah barang siapa yang diberi tanggung jawab berarti dipercaya, maka ia harus melaksanakan tugas tanggungjawab itu dengan sebaik baiknya.

Perintah menjaga Amanat

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjaga amanat. amanat yang yang pertama adalah amanat ketauhidan semenjak bayi dalam kandungan dimana ada perjanjian yang tidak tertulis antara hamba dan Tuhannya. perjanjian primordial ini terkait dengan ketuhanan Allah SWT.  sebagaimana yang dijelaskan dalam Q.S Al A'raf 172

﴿وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ ﴾

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

Dalam ayat yang lain dijelaskan bahwa amanat itu tanggung jawab maka harus disampaikan kepada yang berhak sebagaimana Allâh Swt. berfirman,

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا
Artinya :
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (Qs. An-Nisâ : 58)

Kalau sudah pernah berjanji pada seseorang untuk menunaikan amanat, maka tunaikanlah,

أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ

Artinya :
 “Tunaikanlah amanat kepada orang yang menitipkan amanat padamu.”(
Hadits Hasan Shahih Ath-Tirmidzi No.1624,)

Hadis Riwayat Ahmad

لاَ إِيمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَ دِينَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ

(Laa iimaana liman laa amaanata lahu walaa diina liman laa ‘ahdah)

Artinya:

“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama orang yang tidak menunaikan janji” (Hadis Riwayat Ahmad).

Dalam hadis tersebut, kita dapat melihat bahwa sifat amanah dijadikan sebagai indikator kesempurnaan iman seseorang. Padahal, tentu masih banyak lagi sifat terpuji selain amanah. Oleh karena itu, sifat amanah wajib dimiliki karena dapat menjadi gambaran tingkat keimanan seseorang.

Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

 

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ


Dari Ibnu Umar RA dari Nabi SAW sesunggguhnya bersabda; “Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Seperti yang telah kita ketahui, hadis ini memberitahu bahwa pemimpin bukan hanya seseorang yang memiliki wilayah kekuasaan ataupun orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya

Ketahuilah bahwa orang yang berkhianat terhadap amanat adalah menyandang salah satu sifat munafik.

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Artinya :
Hadits Shahih Bukhari No.33, “Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta, jika berjanji, ia mengingkari, dan ketika diberi amanat, maka ia ingkar."

Imam Nawawi berkata, “Hadits ini menerangkan tanda munafik, yang memiliki sifat tersebut berarti serupa dengan munafik atau berperangai seperti kelakuan munafik. Karena yang dimaksud munafik adalah yang ia tampakkan berbeda dengan yang disembunyikan. Pengertian munafik ini terdapat pada orang yang memiliki tanda-tanda tersebut” (Syarh Muslim, 2: 47)

Ibnu Katsir berkata, “Menunaikan amanat yang dimaksudkan adalah umum mencakup segala yang diwajibkan pada seorang hamba, baik hak Allah atau hak sesama manusia.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 4: 124)

Syaikh As Sa’di berkata, “Amanat adalah segala sesuatu yang diemban oleh seseorang yang diperintahkan untuk ditunaikan. Para fuqoha menyebutkan bahwa orang yang dibebankan amanat, hendaklah ia benar-benar menjaganya. Mereka berkata bahwa seseorang tidak disebut menunaikan amanat melainkan dengan menjaganya, dan hukumnya adalah wajib.” (Taisir Al Karimir Rahman, 183)

Bahkan jika kita menjadi seorang pemimpin, benar-benar kita harus memegang amanat karena banyak pemimpin yang hanya mengingkari janji-janjinya.

Dari Abu Dzarr pula, ia berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak memberiku kekuasaan?” Lalu beliau memegang pundakku dengan tangannya, kemudian bersabda,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةٌ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْىٌ وَنَدَامَةٌ إِلاَّ مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِى عَلَيْهِ فِيهَا
Artinya :
“Wahai Abu Dzarr, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. Kekuasaan itu adalah amanah, dan kekuasaan tersebut pada hari kiamat menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkan kekuasaan tersebut dengan haknya dan melaksanakan kewajibannya pada kekuasaannya itu.” (HR. Muslim No. 1825)

Semoga Allâh Swt memberi taufik kepada kita dalam mengemban setiap amanah dan kita terhindar dari sifat khianat.

Selasa, 06 Maret 2012

CARA MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA ARAB DAN INGGRIS DI PESANTREN




Pada umumnya, semua pesantren mengajarkan bahasa Arab. bahasa arab menjadi pelajaran sehari hari karena mata pelajaran penguatan agama Islam banyak yang menggunakan bahasa Arab. belajar bahasa Arab bisa dimulai dari belajar sisi gramaticalnya, yaitu matei ilmu nahwu dan ilmu sharaf. namun ada juga yang dimulai dari penguasaan kosa kata terlebih dahulu dan menggunakan kosa kata tersebut dalam percakapan sehari hari. dua metode ini masing masing mempunyai kelebihan dan kelemahan. di pesantren salafiyah biasanya menggunakan metode yang pertama tadi sedangkan di berbagai pesantren yang modern menggunakan metode yang kedua.
sebelum membahas tentang meningkatkan kompetensi bahasa Arab dan Inggris di pesantren ada baiknya kita bahas tentang fungsi bahasa Asing di pesanatren.
 
FUNGSI DISIPLIN BAHASA ASING DI PESANTREN
 
Beberapa pondok pesantren menerapkan dua bahasa yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. penerapan dua bahasa tersebut bertujuan untuk menguasai kehidupan dunia dan akhirat. penguasaan bahasa Araba untuk memahami Al Qur'anul Karim  dan Hadits Rasulullah saw. serta  seperangkat ajaran agama yang terkandung di dalam keduanya. sedangkankan penguasaan bahasa Inggris untuk menguasai materi ilmu ilmu umum dan sains.
Penerapan bahasa asing dipesantren diikuti dengan disiplin yang ketat, dimana seseorang yang tidak menggunakan bahasa asing pada waktu-wakatu tertentu akan di kenai sanksi. tentunya sangsinya yang mendidik yang membuat peserta didik menjadi jera. biasanya sanksinya berupa hafalan kosakata tertentu atau menulis artikel singkat berbahasa asing.

Tolak Ukur Ketaatan santri
dengan demikian disiplin bahasa menjadi salah satu ukuran ketaatan santri di pondok pesantren, semakin banyak yang menggunakan bahasa resmi dengan baik berarti semakin banyak anak yang taat. selain itu disiplin bahasa juga merupakan barometer pemahaman santri terhadap pelajaran khususnya bahasa arab dan dirosah islamiyah, artinya semakin peserta didik sadar terhadap penggunaan bahasa asing khususnya bahasa Arab, maka semakin mudah dalam memahami mata pelajaran yang berbahasa Arab.

Upaya meningkatkan kompetensi bahasa
  Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kompetensi berbahasa santri, diantaranya adalah :
1. Menargetkan penguasaan kosa kata setiap hari.
2. Memberikan contoh uslub (susunan kalimat yang baik) kepada santri secara berkesimbungan.
3. Melarang berbicara kecuali berbahasa arab dan inggris
4. Menegur anak yang tidak berbahasa arab dan inggris
5. Membiasakan kepada santri senior untuk berbicara dengan bahasa yang fasih.
6. Memasang kosa kata di berbagai tempat dan ruang yang terkait dengan lingkungan sekitar.
7. Latihan muhadatsah harian
8. Membuat majalah dinding yang berbahasa asing
9. Memaksimalkan penggunaan laboratorium bahasa
10. Menyulap lingkungan menjadi laboratorium bahasa yang alami.
11. Menyiarkan lagu lagu dan percakapan berbahasa asing
12. mengadakan lomba kecakapan bahasa asing
13. mengadakan lomba drama berbahasa asing.
14, mengadakan lomba baca puisi berbahasa asing.
15. mengadakan lomba penulisan berbahasa asing.
16. membuat klub-klub bahasa asing.

Demikian sekilas upaya upaya untuk meningkatkan bahasa santri, dengan upaya upaya ini harapannya kompetensi bahasa asing para santri dapat ditingkatkan. selamat mencoba



Rabu, 11 Mei 2011

AMANAH

Amanah adalah makhluq Allah yang pernah ditawaran kepada semua mahkluq lainnya. Bumi tidak sanggup menerima, langit yang begtu luas tidak mau mengambilnya, gunung gunung yang gagah perkasa enggan. Manusialah yang akhirnya sanggup melasanakannya